Sabtu, 28 Mar 2026 Kat : Berita Desa

PAGELARAN WAYANG KULIT DESA WUNUT BANJIR DOORPRIZE

https://drive.google.com/drive/folders/1a5KIMvkid6uBJIqK2Dc35KPCWgNBQMAy

4 menit baca
Dilihat : 178x

KLATEN (desawunutklaten.id) Sabtu, 28 Maret 2026 Dari pagi hari terlihat warga desa wunut hilir mudik di balai desa wunut, gotong Ratusan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan halal bihalal yang dirangkai dengan pagelaran wayang kulit, sebuah tradisi tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.Pagelaran wayang kulit kali ini menghadirkan dalang Bagong Darmono dengan lakon Wahyu Katentreman, sebuah kisah yang sarat pesan moral tentang pentingnya ketentraman, persatuan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala desa Wunut Iwan Sulistiya setiawan dalam sambutannya mengatakan bahwa pagelaran wayang kulit ini merupakan sebuah komitmen pemerintah desa wunut dalam menjaga dan mengenalkan budaya wayang kulit kepada generasi muda, agar buda wayang kulit tetap lestari dan tidak termakan oleh arus modernisasi zaman, di samping itu pagelaran wayang kulit ini sebagai media halal bi halal semua warga desa wunut setelah usai menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dan disempurnakan dengan mejalankan sholat idul fitri di halaman pemerintah desa wunut, tradisi halal bi halal dan pagelaran wayang kulit ini menjadi tradisi desa wunut, dan akan kami gelar kembali di tahun depan, “ujarnya.

Dalam siaran pers nya Ketua panitia, Roihan Zaenul Musthofa, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar hiburan tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar warga, Ini menjadi momen kebersamaan yang sangat penting bagi masyarakat, dalam kesempatan kali ini mengangkat lakon wahyu katentreman, yang bercerita tentang perjalanan batin seorang pemimpin dalam menjemput wahyu/petunjuk dari tuhan yang diyakini mampu membawa ketenangan bagi diri dan masyarakat, petunjuk itu bisa berupa kebijaksanaan, kekuatan spiritual, atau kemampuan untuk menciptakan suasana damai ditengah masyarakat.

Masyarakat desa wunut sangat antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit karena panitia juga menyiapkan berbagai macam doorprize menarik yang dibagikan sepanjang acara, doorprize diundi berdasarkan kupon undiaan yang tertulis nama semua kepa keluarga di desa wunut yang telah di usulkan oleh masing-masing ketua RT, Hadiah-hadiah tersebut antara lain sepeda gunung, mesin cuci, televisi, kulkas, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya dan amplop yang berisi uang tunai.

Acara halal bi halal dan pagelaran wayang kulit Tak hanya menyuguhkan hiburan dan kebersamaan warga desa wunut, juga diwarnai dengan momen yang sangat penuh haru, karena BPJS Ketenagakerjaan kab.klaten juga penyerahan santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris warga Desa Wunut. Santunan secara simbolis diserahkan kepada keluarga ahli waris almarhumah Ibu Ela Dwi Triyani dan keluarga ahli waris almarhumah Ibu Fajar Safitri, dengan nilai santunan masing-masing sebesar Rp42 juta. Penyerahan ini menjadi bentuk nyata kepeduliaan pemerintah desa wunut dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat desa wunut. Momen tersebut menjadi pengingat pentingnya jaminan sosial bagi masyarakat desa wunut.

Kemeriahan pagelaran wayang kulit dikung penuh oleh BUMDES “sumber kamulyan” desa wunut dan juga tidak lepas dari dukungan para sponsor para penggerak wisata di desa wunut mulai dari umbul asri, RM. Aqua regia ABC, RM.Semego, pemancingan 100, Pancingan 47,RM Alaska, RM.Putriana, RM.Mbak ita umbul pelem, RM.Sri kumbang umbul manten, Pengelola parkir mobil Pak Tedjo umbul pelem, SPPG TNI AU wunut 2, TB. Blabak Indah hingga BPJS Ketenagakerjaan,turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Hubungan yang baik antar pemerintah desa wunut dan para pelaku usaha di desa wunut menunjukkan semangat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam rangka halal bi halal dan pagelaran wayang kulit, untuk menjaga tradisi budaya di Desa Wunut.

Hingga larut dini hari semua warga belum beranjak dari kursi menyaksikan pagelaran wayang kulit sampai selesai, Pagelaran wayang kulit ini tidak hanya menjadi menjadi tontonan warga desa wunut, tetapi juga tuntunan dalam berperilaku dan berbudaya. sebuah nilai budaya, semangat kebersamaan membangun desa dan kepedulian sesama masyarakat berpadu menciptakan suasana apik dalam satu panggung pagelaran wayang kulit, seakan menjadikan acara pagelaran wayang kulit sebagai simbol harmoni kebersamaan masyarakat desa wunut.

Dengan semangat mengenalkan dan melestarikan budaya, pemerintah desa Wunut terus berupaya agar warisan budaya wayang kulit ini tidak hilang, dan menjadikan wunut nyawiji hanggayuh mukti.

Penulis : Roihan Zaenul Musthofa

Berita Terkait...

Berikan sebuah komentar